Maret 14, 2013

Asa Yang Terbuang

di saat harapan mulai terbentang
tumbuh lebih cepat dari tanaman jagung
pada waktu bersamaan
muncul satu kegilaan

sebagaimana kemudian
semua keinginan, kandas di tengah jalan.

UNGKAPAN begitu menyakitkan, bahkan sesakkan dada dengan goresan terperihnya. Tanpa ampun menghujam pedang pada relung terdalam.

BAIT PUISI
tak lebih dari sebuah kutipan
.......MEMBOSANKAN.....bagai sinetron panjang

Kisah Cinta,
hanya sepenggal angan, tanpa harapan dan masa depan.
pada akhirnya, diri harus melenggang.....

AHH,......

Yon Cahayono
Jakarta, Maret 14,2013

Membunuh Bayangan

ketika luka mulai melelehkan darah
inspirasi datang dengan begitu terang
serupa mimpi datang di kala siang

LIHATLAH mereka yang terpaku
begitu lelap

Bahkan padi yang rontok dari paruh seekor emprit tak terdengar
cahaya membencar dari barat mengabarkan senja perpisahan

Bertamasyalah segala luka
Sambung imbang ini di akhir perjalanan

Kini,
tiada lagi sosok yang selalu menenteng nasib, sebab kini ia tahu bagaimana cara meninggalkannya,...
yaitu MEMBUNUH BAYANGAN

Jangan Berjalan di Atas Kebodohan

berdiam di kesunyian, dengan ketenangan yang mecurigakan. Di mana penderitaan timbul oleh karena pikiran yang telah mengubur hidup-hidup segala angan akan cinta dan penantian.


NASIHAT,.. pernah menyarankan, bahwa mencintai dengan ketulusan akan berbuah bahagia.
Seorang yang mengisyafinya adalah omong kosong, karena masih juga menebar prahara, disertai segala rasa yang memicu kemerosotan makna bersama.



Di persimpangan,..
terdapat pilihan, dengan pola dan pandangan menarik yang disuguhkan.
 


 JANGAN BERJALAN DI ATAS KEBODOHAN, karena kebahagaiaan, takkan pernah datang untuk sebuah kesenangan sesaat.

Yon Cahayono
Maret 14,13
Jakarta